skip to main |
skip to sidebar
Home »
Unlabelled »
Kata mutiara islam
Tengoklah kembali perjalanan Kita saat ini, akan menuju
kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk,
atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan
jalanilah menuju konsekuensinya.
Potensial pilihan Kita begitu melimpah, keputusan Kita dapat saja
merubah hidup Kita secara dramatis dalam waktu singkat. Hanya satu
motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam
rangka “karena dan/atau untuk” Allah.
Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta
kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi
motivator terbesar dan tidak terbatas. Sukses yang sudah Kita alami di
masa lalu akan membantu untuk memotivasi Kita di masa yang akan datang.
Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh
rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah
merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar
pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat
merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang
didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.
Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang
bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah
motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.
Jangan sampai kita terlena kata mutiara
untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja,
hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu
mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi
perkayalah diri Kita baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan
bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Kita,
terutama yang lebih membutuhkan.
Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah.
Cobalah mulai membuka pikiran Kita terhadap pikiran orang lain, tentu
saja dengan filter nilai-nilai yang Kita anut.
Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika
mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi
dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.
Kita hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana,
yang penting Kita konsisten menjalankannya. Dua hal yang perlu Kita
ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu
tidak mudah, kedua bekali diri Kita dengan sikap dan keterampilan yang
memadai. Tetapi yakinlah bahwa Kita bisa.
Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana
berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu
cita-citakan. Putuskan apa yang Kita inginkan, kemudian tulislah sebuah
rencana, maka Kita akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding
dengan sebelumnya.
Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan
konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu. Untuk mencapai puncak,
Kita harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Kita akan
mencapai puncak yang Kita inginkan.
Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah
pertama jika Kita ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu
sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.
Apa yang membedakan Kita dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Kita tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.
Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang
paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu
zona nyaman.
Suatu saat mungkin Kita merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Kita
pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Kita memutuskan bahwa dunia ini
penuh dengan terasi, periksalah diri Kita mungkin ada terasi pada kumis
atau pakaian Kita.
Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju
kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Dengan disiplin bukan saja kita
tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih
sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga
adalah ibadah.
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi
musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan
jadi kekasihmu. (Ali bin Abi Thalib)
Posted in:
Home
0 comments:
Post a Comment